![]() |
| Blogging sambil beristirahat dipinggir hutan |
Pengalaman hari pertama campervan
Dengan keretaapi jam 11.00 kami menuju pinggiran Oslo menuju arah airport, ke stasiun kecil yang bernama Kløfta. Dalam 45 menit, kami sudah sampai di stasiun dan menunggu untuk dijemput.
Tidak lama menunggu, kami melihat sebuah campervan dari Touring Cars masuk ke halaman parkir stasiun. Pengemudi nya seorang cewek muda. Ternyata memang dia membawa papan nama kami untuk tujuan menjemput kami. Setelah menyelesaikan urusan administrasi didepot Touring Cars, kami disuruh menonton video overview dari pengoperasian campervan. Banyak yang harus diketahui dalam pengoperasian nya. Beberapa diantaranya :
- Pengisian air bersih dan mencek sisa kapasitas tangki
- sisa kapasitas grey water / air pembuangan dan bagaimana cara membuangnya
- pengoperasian toilet, dan cara pembuangan septik tank. Termasuk mempersiapkan septi tank untuk dipakai kembali, dimana kita harus memasukkan dulu cairan khusus septik tank yang berisi mikroba-mikroba pencerna kotoran septik tank
- cara pengecekan dan pengisian sistem kelistrikan baterai / accu Campervan yang ada dua, 1 untuk kelistrikan mobil, dan satu lagi untuk "auxiliary". Auxiliary ini termasuk untuk pompa air, lampu interior, heater dan sebagainya
- cara membuka jendela, atap, kompor , kulkas, toilet dan shower, tangga listrik kecil, dan banyak lagi.
- sistem Autopass, yaitu pembayaran jalan toll yang bisa dilakukan tanpa perlu mengurangi kecepatan mobil sama sekali. Sewa campervan kami sudah termasuk sewa alat ini dan tidak perlu membayar toll lagi.
Setelah melihat video, kami diajak melakukannya sendiri di campervan kami. Tujuannya supaya tidak lupa. Memang sih, mungkin saking exciting nya, saat dijalan kita bisa kebingungan sendiri bila tidak mempraktekkannya langsung. Memang ada bantuan melalui telepon yang bisa kita hubungi, tentunya dengan biaya telepon dan tambahan persoalan lagi karena kita dijelaskan tanpa kehadiran personal bantuannya, hanya secara lisan saja.
Akhirnya dari depot Touring Cars kami jam 14.00 berangkat, dengan tujuan pertama adalah ke Kiwi minipris. Kiwi, Rema1000 dan Coop adalah groceries dominan di Norwegia. Untuk menghemat biaya makan dan minum dijalan, kami merencanakan untuk masak. Dan sebelum perjalanan, kami harus membeli persediaan bahan makanan secukupnya dulu.
Perjalanan hari pertama kami adalah menuju ke arah Utara, ke kota Trondheim. Tujuannya untuk mengunjungi stasiun kereta api di desa kecil pinggiran kota ini, dekat airport, yang namanya desa Hell. Pertama kali menyetir campervan ini kesannnya adalah seperti menyetir truk. Karena posisi duduknya yang tinggi, dan posisi setir yang seperti colt diesel. Ukuran bodi campervan ini hampir selebar bis kota. Untuk panjangnya memang tidak sepanjang bis kota. Sedikit lebih pendek, yaitu 7 meter.
Didalam campervan kami adalag shower dan toilet, dengan kapasitas tidur yang paling nyaman adalah untuk max 6 orang. Dengan hanya kami berdua yang menempati, memang terkesan berlebihan. Tetapi untuk campervan yang lebih kecil ukurannya, memang memiliki kapasitas tidur untuk 4 orang, tetapi kasur nya hanya terdiri dari 2 matras, yang satunya sepanjang 180cm, yang satunya lagi adalah konversi dari tempat duduk meja makan yang bisa dirubah menjadi tempat tidur. Ya memang tidak begitu nyaman, apalagi kalau sedang mengantuk dan terburu buru ingin tidur, harus merubah posisi meja makan, repot juga.
Kami menyetir santai sampai jam 24.00, lalu kami mencari tempat istirahat untuk parkir campervan. Di Norwegia banyak disediakan untuk tempat berhenti mobil dan truk yang bisa kita jadikan tempat menginap di campervan, disebut dengan wild camping. Kami tidak berhenti dan menginap di camping ground, karena kami merasa tidak memerlukannya. Tapi kami rencana ingin mencobanya suatu saat dengan tujuan experience, untuk membandingkan pengalaman menginap campervan.
Dengan keretaapi jam 11.00 kami menuju pinggiran Oslo menuju arah airport, ke stasiun kecil yang bernama Kløfta. Dalam 45 menit, kami sudah sampai di stasiun dan menunggu untuk dijemput.
Tidak lama menunggu, kami melihat sebuah campervan dari Touring Cars masuk ke halaman parkir stasiun. Pengemudi nya seorang cewek muda. Ternyata memang dia membawa papan nama kami untuk tujuan menjemput kami. Setelah menyelesaikan urusan administrasi didepot Touring Cars, kami disuruh menonton video overview dari pengoperasian campervan. Banyak yang harus diketahui dalam pengoperasian nya. Beberapa diantaranya :
- Pengisian air bersih dan mencek sisa kapasitas tangki
- sisa kapasitas grey water / air pembuangan dan bagaimana cara membuangnya
- pengoperasian toilet, dan cara pembuangan septik tank. Termasuk mempersiapkan septi tank untuk dipakai kembali, dimana kita harus memasukkan dulu cairan khusus septik tank yang berisi mikroba-mikroba pencerna kotoran septik tank
- cara pengecekan dan pengisian sistem kelistrikan baterai / accu Campervan yang ada dua, 1 untuk kelistrikan mobil, dan satu lagi untuk "auxiliary". Auxiliary ini termasuk untuk pompa air, lampu interior, heater dan sebagainya
- cara membuka jendela, atap, kompor , kulkas, toilet dan shower, tangga listrik kecil, dan banyak lagi.
- sistem Autopass, yaitu pembayaran jalan toll yang bisa dilakukan tanpa perlu mengurangi kecepatan mobil sama sekali. Sewa campervan kami sudah termasuk sewa alat ini dan tidak perlu membayar toll lagi.
Setelah melihat video, kami diajak melakukannya sendiri di campervan kami. Tujuannya supaya tidak lupa. Memang sih, mungkin saking exciting nya, saat dijalan kita bisa kebingungan sendiri bila tidak mempraktekkannya langsung. Memang ada bantuan melalui telepon yang bisa kita hubungi, tentunya dengan biaya telepon dan tambahan persoalan lagi karena kita dijelaskan tanpa kehadiran personal bantuannya, hanya secara lisan saja.
Akhirnya dari depot Touring Cars kami jam 14.00 berangkat, dengan tujuan pertama adalah ke Kiwi minipris. Kiwi, Rema1000 dan Coop adalah groceries dominan di Norwegia. Untuk menghemat biaya makan dan minum dijalan, kami merencanakan untuk masak. Dan sebelum perjalanan, kami harus membeli persediaan bahan makanan secukupnya dulu.
Perjalanan hari pertama kami adalah menuju ke arah Utara, ke kota Trondheim. Tujuannya untuk mengunjungi stasiun kereta api di desa kecil pinggiran kota ini, dekat airport, yang namanya desa Hell. Pertama kali menyetir campervan ini kesannnya adalah seperti menyetir truk. Karena posisi duduknya yang tinggi, dan posisi setir yang seperti colt diesel. Ukuran bodi campervan ini hampir selebar bis kota. Untuk panjangnya memang tidak sepanjang bis kota. Sedikit lebih pendek, yaitu 7 meter.
Didalam campervan kami adalag shower dan toilet, dengan kapasitas tidur yang paling nyaman adalah untuk max 6 orang. Dengan hanya kami berdua yang menempati, memang terkesan berlebihan. Tetapi untuk campervan yang lebih kecil ukurannya, memang memiliki kapasitas tidur untuk 4 orang, tetapi kasur nya hanya terdiri dari 2 matras, yang satunya sepanjang 180cm, yang satunya lagi adalah konversi dari tempat duduk meja makan yang bisa dirubah menjadi tempat tidur. Ya memang tidak begitu nyaman, apalagi kalau sedang mengantuk dan terburu buru ingin tidur, harus merubah posisi meja makan, repot juga.
Kami menyetir santai sampai jam 24.00, lalu kami mencari tempat istirahat untuk parkir campervan. Di Norwegia banyak disediakan untuk tempat berhenti mobil dan truk yang bisa kita jadikan tempat menginap di campervan, disebut dengan wild camping. Kami tidak berhenti dan menginap di camping ground, karena kami merasa tidak memerlukannya. Tapi kami rencana ingin mencobanya suatu saat dengan tujuan experience, untuk membandingkan pengalaman menginap campervan.

Terima kasih atas sharenya pak Handphone, dari cerita bapak sy bisa merasakan betapa menariknya dan exciting travelling menggunakan campervan tsb, boleh dishare budgetnya brapa utk sewa campervan tsb? Thanks Johny Goh
ReplyDeleteMaaf pak Handoko atas kesalahan penulisan namanya karena autotext di HP saya, Regards Johny Goh
ReplyDelete