Kenapa harus campervan, bagaimana kok bisa sampai menyewa campervan
Tahun lalu, saat merencanakan travelling Europe 2013, keinginan untuk berkelana dengan campervan / motorhome sudah mulai mencuat ke permukaan. Tapi rencana itu belum bisa terealisir karena, selain harga sewa yang sangat tinggi, belum berpengalaman menyetir kendaraan di Eropa, dan waktu liburan yang pendek. Saat itu diputuskan untuk menyewa mobil "normal", untuk membiasakan diri dengan kondisi driving disana :
1. Indonesia menyetir dengan posisi setir dikanan, Eropa (kecuali Inggris) semua kendaraan posisi setir di kiri. Pertama kali menyetir posisi dikiri, mobil selalu terbawa kearah kanan, sehingga beberapa kali harus membiasakan diri beberapa saat dahulu. Apalagi bila harus langsung menyetir kendaraan besar. Campervan minimal panjangnya 6meter dan lebarnya 2,5 - 3 meter. Bandingkan dengan mobil biasa, sekitar 2-2,25 meter dan panjangnya 5 meter
2. Kebiasaan / etika berkendaraan yang berbeda. Misalnya cara berlalu lintas yang mendahulukan pejalan kaki, sistem prioritas di persimpangan yang mendahulukan kendaraan dari arah kiri
3. Sistem pembayaran tol, parkir, dan pembelian bahan bakar
4. Rambu-rambu yang membutuhkan waktu untuk membacanya, padahal seringkali kita tidak sempat membaca rambu sambil berkendara
5. Tidak ada polisi, tetapi camera bertebaran, termasuk radar pengawas kecepatan. Tidak jarang penyewa dikenakan denda pelanggaran lalu lintas yang direkan kamera, bahkan setelah pulang ke negaranya masing masing. Denda ini dibebankan melalui kartu kredit, dan bila tidak dibayar maka akan menjadi masalah saat kita memasuki area Schengen dikemudian hari
Setelah pulang dari Europe 2013, kepercayaan diri ini mulai muncul. Sehingga diputuskan Europe 2014 ini menyewa campervan.

No comments:
Post a Comment