Friday, July 25, 2014

Hari ke 8 - 20 July

Pagi jam 04.30 bangun langsung siap siap untuk jalan sambil foto foto saat "golden hour". Saat saat seperti ini punya efek foto yang lebih menonjol daripada pada siang hari. Pertama dan paling mudah dan paling cepat adalah daerah Bryggen. Daerah ini khasnya adalah deretan gudang tua yang sekarang dioperasikan sebagai pertokoan dan café.
Jam 06.00 sudah pulang ke apartemen Annete kembali. Apartemen ini memang berada ditengah tengah diantara pusat kota dan pelabuhan.
Tidur lagi sampai jam 10.00 baru bangun. Setelah masak pop mi, kami menyeruput kopi dan teh favorit, lalu berangkat ke Mt.Fløyyen. Dengan naik kereta dari stasiun Fløybannen selama 15 menit kita sampai di puncak nya. Kota Bergen konon dikelilingi oleh 7 puncak gunung. Tapi warga kota ini sendiri masih memperdebatkan puncak mana saja yang berjumlah 7 ini, karena totak puncaknya ada lebih dari 9. Kita hanya tertarik dengan puncak Mt.Fløyyen ini, karena paling mudah dan disana ada fasilitas naik kano gratis.  Jadi kami juga tidak mau menyia-nyiakan kesempatan gratis ini. Maklum di Norwegia ini semua serba mahal dan jarang ada yang gratis. Setelah puas main kano dan makan es krim, kami pulang ke apartemen untuk membereskan cucian yang belum terurus dari kemarin.
Mengeringkan cucian dengan mesin dryer, terus kita segera ke gereja , karena jadwal untuk misa dalam bahasa inggris ada jam 18.00 hari minggu. Pulang dari gereja kita kembali ke apartemen untuk packing backpack kita.
Sejak kemarin, praktis apartemen Annete ini "milik" kita. Karena saat kita tidur Annete datang dan saat kita datang Annete tidur atau sedang pergi.
Negara negara Scandinavia memang terkenal aman. Di Finlandia maupun Norwegia, 2 orang host kami ini tidak ambil pusing dengan masalah keamanan rumah mereka.
Saat di Finlandia, Ivalo, Anne tidak pernah mengunci pintu rumah maupun kamar. Padahal rumahnya ada di tengah hutan dan rumah tetangga letaknya cukup berjauhan.  Demikian juga saat di Norwegia, Bergen, Annette memberikan kunci apartemen kepada kami, padahal kami hanya kenal via Internet di Airbnb. Saat meninggalkan apartment pun pintu kamarnya dibiarkan terbuka begitu saja.

No comments:

Post a Comment