Friday, July 25, 2014

Hari ke 9 - 21 July

Jam 06.15 kami mempunyai appointment dengan petugas porterservice.no. Mereka akan mengirimkan backpack besar 80L kami dari Bergen ke hotel kami di Oslo. Dengan membayar NOK25=Rp500.000, maka kita tidak perlu repot memikirkan dan membawa terlalu banyak bagasi, karena malah akan merepotkan kita dalam perjalanan ke Oslo ini. Terutama saat harus berjalan kaki cukup jauh dari apartment ke stasiun kereta untuk tahap pertama perjalanan Norway in Nutshell.  Pembahasan detail Norway in Nutshell ini bisa dilihat di menu Norway in Nutshell. Singkat nya, NIN ini adalah serangkain tiket perjalanan kami dari Bergen ke Oslo melalui beberapa scenic places, diantaranya adalah Voss, Stalheim, Gudvangen dan Flåm, dengan kereta api, bisn dan kapal.
Hampir telat sampai di stasiun kereta api, untung kita secara tidak sengaja menemukan bis kota yang searah ke stasiun. Driver yang baik hati, bapak tua ini tidak mau menerima pembayaran ongkos kami. "It's only 2 stops..." begitu katanya.  Tapi walaupun hanya 2 kali pemberhentian, tapi kami pasti telat bila tidak ditolong oleh bis yang baik hati ini.
Kereta sekitar 1jam 30 menit berakhir di desa Voss yang indah. Dari sini kami lanjut dengan bis menuju Stalheim,  hotel tempat kami bermalam hari ini. 
Dugaan kami bis ini berhenti untuk spot foto di hotel. Ternyata tidak. ...  tapi bapak sopir menenangkan kami, dan kami dibawa sampai ke pemberhentian berikutnya di Gudvangen. Dari sini kami naik bis yang sama untuk kembali ke hotel Stalheim.
Berdasarkan saran dari TripAdvisor, kami meminta kamar yang menghadap ke valley ke arah Gudvangen.  Bahkan kami bersedia untuk upgrade ke kamar yang memiliki view yang paling istimewa.  Tetapi ternyata pihak hotel berbaik hati mencarikan kami kamar yang bagus view nya tanpa perlu membayar lagi.
Hotel ini adalah hotel bersejarah yang dibangun tahun 1800. Didalamnya penuh Dengan barang barang antik. Lokasinya benar benar indah untuk foto spot. Jendela kamar kami menghadap ke lembah desa Gudvangen yang dengan beberapa rumah dengan padang rumputnya dan ada air terjun, dikelilingi beberapa gunung tinggi dengan sungai yang mengalir dibawahnya. Kamar hotel ini tidak ada tv nya. Tapi siapa perlu tv .... karena orang kesini untuk menikmati pemandangan. Bukan untuk menonton tv.
Karena capeknya, kami tidur dulu sampai jam 18.00, lalu berjalan keliling berbagai objek wisata sekitar hotel. Di seberang hotel ada beberapa log house. Yaitu rumah tradisional yang tersusun dari batang pohon bulat, dengan atapnya berumput dan ditumbuhi pohon kecil yang gunanya untuk melindungi dari udara ekstrim di musim dingin.
Kembali ke hotel jam 20.00 kami minum kopi berdua dihalaman lobby belakang hotel, sambil dikelilingi nyamuk...
Nyamuk .? Wah kami nggak menyangka, karena tadinya tidak ada, tapi tiba tiba nyamuk menyerang.  Tapi ketika dilihat lebih detail, nyamuknya lebih menyerupai laron kecil dan tindak menggigit seperti nyamuk di Indonesia.  Disini mereka hanya merubung kami, tapi memang tidak menyenangkan karena gatal dan mereka merayap kesana sini,  kadang masuk baju dan bahkan masuk ke dalam kopi yang amat nikmat tadi...
Akhirnya kembali ke kamar dan tepatbl jam 24.00 sesaat setelah sunset baru kami tidur.

No comments:

Post a Comment