Ivalo - Nordkapp
Jam 10 pagi setelah breakfast kita berangkat menuju Nordkapp. Perjalanan seharusnya memerlukan waktu sekitar 8 jam (menurut google maps), tetapi kita baru sampai di Nordkapp sekitar jam 22.00.
Keterlambatan sekitar 4 jam dari rencana ini disebabkan:
- isi solar ( rent car kami mobil diesel- solar)
- beli makanan
- toilet stop
- foto stop
- membuat kabel untuk rice cooker
Kami membawa portable rice cooker, tetapi kami lupa membawa kabelnya. Sehingga dengan peralatan seadanya harus me modifikasi kabel seadanya supaya rice cooker bisa dioperasikan. Cukup memakan waktu, tapi akhirnya berhasil juga.
Ya.... kami membawa rice cooker. Untuk apa ?? Biaya untuk makan di scandinavia terkenal amat mahal. Untuk sekali makan, belum termasuk minum, memerlukan sekitar Rp200.000 sampai Rp.300.000.
Asumsikan kita bisa membawa beras, lauk mentah (abon, kecap, pop mi, buryam - bubur instan) dan sisanya kita berbelanja bahan makanan di groceries, maka selama kami dimobil atau campervan dan kami bisa mengoperasikan rice cooker (memakai tegangan 12volt mobil) , maka kalkulasi penghematannya sekitar 4-5juta rupiah dibandingkan makan di kafe atau restoran dengan menu paling murah.
Sehingga akhirnya, bawaan pakaian kami di backpack hanya 20%, sisanya adalah peralatan "camping" untuk dimobil, termasuk 2 buah kasur busa utk tidur.2 bantal dan selimut !!!.
Total bawaan kami adalah 1 backpack 80L, 1 backpack 40L untuk cabin, 1 backpack trolley utk cabin. Yang lain bisa di kategori kan sebagai handbags.
Kembali ke perjalanan menuju Nordkapp. Setelah sampai Nordkapp, kami menuju track ke knivskjellodden, dimana kami harus berjalan kaki sekitar 18km (7- 8 jam) pulang pergi.... tadinya aku kira ini track yang mudah. Karena ada beberapa orang yang barusan pulang termasuk 3 anak kecil, yang paling kecil berumur sekitar 6 tahun, tapi mereka tidak tampak kepayahan...
Kami menyiapkan backpack yang berisi makanan, air minum, tripod dan camera. Dan untungnya kami membawa wind breaker, yaitu sejenis jaket tipis untuk melindungi dari angin dan hujan. Walaupun tipis tapi sangat efektif melindungi tubuh kita dari angin. Angin di track knivskjellodden ini sangat kuat. Karena saking kuatnya terpaan angin disini, temperatur10 derajat celcius terasa hampir seperti dibawah 0 derajat celcius. Beberapa tahun yang lalu aku mendaki gunung Huangshan pada temperature minus 4 derajat celcius. Pulangnya tubuh terasa panas dan berkeringat. Tapi disini dengan temperatur 10 derajat celcius dengan lapisan jaket yang sama pun masih terasa lebih dingin, apalagi bila tidak dilapisi wind breaker.
Saat itu pukul 22.30 malam. Matahari masih bersinar terik seperti jam 15.00 di Indonesia. Saat kira kira jam 24.00 baru sampai setengah perjalanan, akhirnya aku menyerah dan memutuskan untuk balik ke mobil. Loh... kenapa?
Ternyata track ini amat melelahkan dan membutuhkan tubuh yang fit. Beberapa alasan lainnya:
- track berbatu dan naik turun. Bila tidak terbiasa bisa membuat otot pergelangan kaki menjadi kram
- angin yang sangat kuat, membutuhkan tenaga ekstra untuk melawan angin.
Kita sampai di mobil kembali jam 02.00 dan matahari masih bersinar terik. Setelah menyiapkan "kasur lipat" akhirnya kami tidur di mobil sampai jam 11 siang. Memang tidur dimobil ini sudah direncanakan dan cukup nyaman. Dengan kaca mobil tertutup rapat dan dibawah terik matahari, kami berdua merasakan udara masih nyaman seperti di jakarta tidur di kamar dengan AC 25- 26 derajat Celcius. Jadi dengan selimut tipis, sudah cukup hangat. Jangan coba-coba tidur didalam mobil dibawah terik matahari di Jakarta, bisa mati kepanasan kan ...
No comments:
Post a Comment