Monday, July 28, 2014

Hari ke 12, 13, 14, 15 24 July, 25 July, 26 July, 27 July

Hari ke 12, 13, 14, 15
24 July, 25 July, 26 July, 27 July
Bangun pagi setelah menginap di campervan, selalu dimulai dengan acara menyetir dulu sekitar 2- 3jam. Bukan dengan minum kopi atau breakfast dulu. Sebabnya karena :
- dinginnya udara, sehingga kita mesti menyalakan heater mobil sambil driving. Setelah 2 - 3jam seluruh kabin akan terasa hangat. Belakangan kita baru tahu cara menghidupkan heater di living room dan area tempat tidur campervan tanpa perlu menghidupkan mesin, tetapi memakai heater LPG.
- kita tidak mau memasak dengan LPG bila tidak terpaksa. Karena mencari LPG disl Norwegia tidak mudah, sedangkan kita diburu waktu dan harus mengembalikan mobil dengan LPG dalam keadaan full. Jadi kami memasak dan menghangatkan makanan dengan rice cooker portable. Juga untuk memasak air dan masak indomie dan bubur instan. Untuk menghidupkan listrik 12v untuk supply rice cooker, kami mencolokkan ke pemantik api, yang hanya bisa dihidupkan kalau mesin dihidupkan.
Setelah makan dan minum kopi selesai, kami biasanya melanjutkan tidur siang selama 2- 3jam, karena ngantuk sudah mulai menyerang dan udara sudah mulai hangat. Malam biasanya kami menyetir sampai jam 24.00, tapi tidak terlalu lelah juga karena setiap 3 - 4 jam perjalanan pasti berhenti untuk makan siang / malam, kadang berhenti untuk foto stop dengan pemandangan yang indah.  Kadang berhenti untuk mengisi solar.
Untuk urusan buang air kecil atau besar tidak masalah karena memang sudah tersedia toilet di dalam campervan.  Tiap hari saat mengisi solar atau di pemberhentian dipinggir jalan, selalu ada tempat untuk mengisi air untuk persediaan mandi dan mencuci. Juga untuk membuang penampungan air kotor dan "toilet cassette". Toilet cassette adalah penampungan buang air besar yang sudah dicampur bahan kimia khusus untuk menghancurkan kotoran - kotoran wc, sehingga yang tersisa tinggal berupa cairan yang siap untuk dibuang.
Untuk tidur kami membawa sendiri sprei, bantal dan selimut, karena sewanya lumayan mahal, sekitar Rp200.000 perhari perorang.
Perjalanan sampai dengan 28 July kami mengembalikan campervan menghabiskan solar sekitar NOK1650=Rp3.300.000. Harga solar sekitar NOK13.50 atau Rp27.000/liter, jadi sekitar 240liter untuk jarak sekitar 2.200km. Pemakaian solar lumayan boros, rata rata 9,5km/liter. Bandingkan dengan perjalanan minggu sebelumnya dimana konsumsi mobil sewaan station wagon, konsumsi sekitar 20km/liter solar.

Friday, July 25, 2014

Hari ke 11 - 23 July

Blogging sambil beristirahat dipinggir hutan
Pengalaman hari pertama campervan
Dengan keretaapi jam 11.00 kami menuju pinggiran Oslo menuju arah airport, ke stasiun kecil yang bernama Kløfta. Dalam 45 menit, kami sudah sampai di stasiun dan menunggu untuk dijemput.
Tidak lama menunggu,  kami melihat sebuah campervan dari Touring Cars masuk ke halaman parkir stasiun. Pengemudi nya seorang cewek muda. Ternyata memang dia membawa papan nama kami untuk tujuan menjemput kami. Setelah menyelesaikan urusan administrasi didepot Touring Cars,  kami disuruh menonton video overview dari pengoperasian campervan. Banyak yang harus diketahui dalam pengoperasian nya. Beberapa diantaranya :
- Pengisian air bersih dan mencek sisa kapasitas tangki
- sisa kapasitas grey water / air pembuangan dan bagaimana cara membuangnya
- pengoperasian toilet, dan cara pembuangan septik tank. Termasuk mempersiapkan septi tank untuk dipakai kembali, dimana kita harus memasukkan dulu cairan khusus septik tank yang berisi mikroba-mikroba pencerna kotoran septik tank
- cara pengecekan dan pengisian sistem kelistrikan baterai / accu Campervan yang ada dua, 1 untuk kelistrikan mobil, dan satu lagi untuk "auxiliary". Auxiliary ini termasuk untuk pompa air, lampu interior, heater dan sebagainya
- cara membuka jendela, atap, kompor , kulkas, toilet dan shower, tangga listrik kecil, dan banyak lagi.
- sistem Autopass, yaitu pembayaran jalan toll yang bisa dilakukan tanpa perlu mengurangi kecepatan mobil sama sekali. Sewa campervan kami sudah termasuk sewa alat ini dan tidak perlu membayar toll lagi.
Setelah melihat video, kami diajak melakukannya sendiri di campervan kami. Tujuannya supaya tidak lupa. Memang sih, mungkin saking exciting nya, saat dijalan kita bisa kebingungan sendiri bila tidak mempraktekkannya langsung. Memang ada bantuan melalui telepon yang bisa kita hubungi, tentunya dengan biaya telepon dan tambahan persoalan lagi karena kita dijelaskan tanpa kehadiran personal bantuannya, hanya secara lisan saja.
Akhirnya dari depot Touring Cars kami jam 14.00 berangkat, dengan tujuan pertama adalah ke Kiwi minipris. Kiwi, Rema1000 dan Coop adalah groceries dominan di Norwegia. Untuk menghemat biaya makan dan minum dijalan, kami merencanakan untuk masak. Dan sebelum perjalanan, kami harus membeli persediaan bahan makanan secukupnya dulu.
Perjalanan hari pertama kami adalah menuju ke arah Utara, ke kota Trondheim. Tujuannya untuk mengunjungi stasiun kereta api di desa kecil pinggiran kota ini, dekat airport, yang namanya desa Hell. Pertama kali menyetir campervan ini kesannnya adalah seperti menyetir truk. Karena posisi duduknya yang tinggi, dan posisi setir yang seperti colt diesel. Ukuran  bodi campervan ini hampir selebar bis kota. Untuk panjangnya memang tidak sepanjang bis kota. Sedikit lebih pendek, yaitu 7 meter.
Didalam campervan kami adalag shower dan toilet, dengan kapasitas tidur yang paling nyaman adalah untuk max 6 orang. Dengan hanya kami berdua yang menempati, memang terkesan berlebihan.  Tetapi untuk campervan yang lebih kecil ukurannya, memang memiliki kapasitas tidur untuk 4 orang, tetapi kasur nya hanya terdiri dari 2 matras, yang satunya sepanjang 180cm, yang satunya lagi adalah konversi dari tempat duduk meja makan yang bisa dirubah menjadi tempat tidur. Ya memang tidak begitu nyaman, apalagi kalau sedang mengantuk dan terburu buru ingin tidur, harus merubah posisi meja makan, repot juga.
Kami menyetir santai sampai jam 24.00, lalu kami mencari tempat istirahat untuk parkir campervan. Di Norwegia banyak disediakan untuk tempat berhenti mobil dan truk yang bisa kita jadikan tempat menginap di campervan, disebut dengan wild camping. Kami tidak berhenti dan menginap di camping ground, karena kami merasa tidak memerlukannya. Tapi kami rencana ingin mencobanya suatu saat dengan tujuan experience, untuk membandingkan pengalaman menginap campervan.

Hari ke 10 - 22 July

Breakfast jam 07.00, ada beberapa makanan scandinavia yang kami temui. Seperti sejenis hati (sapi?) Yang dihancurkan dan dipadatkan seperti sosis, berbagai jenis salad dan ham digulung bulat yang rasanya kental dengan rasa keju. Hari ini kita akan berangkat kembali dengan rombongan Norway in Nutshell, dengan bis ke arah Gudvangen jam 10.50.
Dengan melewati Stalheimskleiva, jalanan berkelok kelok yang sangat tajam tikungannya, kami sampai di Gudvangen.
Stalheimskleiva ini sejarahnya adalah jalan pengantaran pos darat untuk menuju gudvangen,  yang sekarang dipakai untuk jalan umum. Karena sangat curam dan kelokan tajamnya, jalanan ini dibuka hanya saat sekitar musim panas saja, dari bulan Mei sampai Oktober.  Selain bulan itu jalanan ditutup karena licin bersalju. Hotel Stalheim tempat kami menginap semalam, buka dan tutup nya mengikuti buka dan tutup jalanan ini.
Dari Gudvangen kami naik ke kapal ferry menuju Flåm. Kota ini adalah kota transit sekaligus tempat wisata berkemah dan beberapa hotel wisata. Perjalanan Gudvangen-Flam ini melalui fjord Næeofjord dan Sognefjord, 2 fjord utama yang paling terkenal selain Geiranger fjord, yang terdaftar dalam UNESCO Heritage list. Memang indah banget fjord disini, disana sini ada beberapa desa kecil, lengkap dengan air terjun dan ternak ternaknya. Mereka bekerja dalam budidaya pertanian, peternakan dan perikanan. Sebagian besar untuk self sufficient, di konsumsi sendiri,  dengan beberapa diantaranya untuk dijual dipasar. Perjalanan ferry makan Waktu sekitar 1jam. Sampai ke Flåm, setelah menunggu sekitar 2 jam, kami naik kereta api menuju myrdal.  Kereta Flåm ke Myrdal ini adalah scenic train yang terkenal dengan pemandangan yang indah, melalui gunung, lembah dan air terjun.  Pada salah satu air terjun yang paling dekat dengan jalur kereta, penumpang dipersilakan turun untuk foto stop. Ternyata ada bonus kejutannya. Ada beberapa orang penari muncul dari sela sela air terjun secara bergantian dengan diiringi musik traditional Norwegia. Tidak lama kami sampai di Myrdal
Perjalanan dari Myrdal dengan kereta api menuju Oslo ini melalui beberapa glacier, padang rumput dengan glacier abadi. Disebut abadi karena sebagian besar glacier disini tidak mencair selama musim panas . Pemandangan disini cenderung gersang tanpa pohon, hanya lumut,  rumput,  dan semak pendek yang bisa bertahan hidup karena lingkungan yang keras dan dingin. Sampai di Oslo jam 23.00 kami langsung menuju hotel.
Hotel kami lokasi di dekat stasiun kereta Oslo, yang kami pilih lokasinya karena besoknya kami harus ke stasiun lagi untuk menuju ke depo campervan "Touring Cars" yang lokasinya berada didekat airport. Sedangkan bawaan kami lumayan banyak. Jadi dengan jarak hotel ke stasiun yang hanya 450m, kami bisa menghemat banyak waktu dan biaya. Tidak perlu ongkos taxi atau bis lagi untuk ke stasiun.

Hari ke 9 - 21 July

Jam 06.15 kami mempunyai appointment dengan petugas porterservice.no. Mereka akan mengirimkan backpack besar 80L kami dari Bergen ke hotel kami di Oslo. Dengan membayar NOK25=Rp500.000, maka kita tidak perlu repot memikirkan dan membawa terlalu banyak bagasi, karena malah akan merepotkan kita dalam perjalanan ke Oslo ini. Terutama saat harus berjalan kaki cukup jauh dari apartment ke stasiun kereta untuk tahap pertama perjalanan Norway in Nutshell.  Pembahasan detail Norway in Nutshell ini bisa dilihat di menu Norway in Nutshell. Singkat nya, NIN ini adalah serangkain tiket perjalanan kami dari Bergen ke Oslo melalui beberapa scenic places, diantaranya adalah Voss, Stalheim, Gudvangen dan Flåm, dengan kereta api, bisn dan kapal.
Hampir telat sampai di stasiun kereta api, untung kita secara tidak sengaja menemukan bis kota yang searah ke stasiun. Driver yang baik hati, bapak tua ini tidak mau menerima pembayaran ongkos kami. "It's only 2 stops..." begitu katanya.  Tapi walaupun hanya 2 kali pemberhentian, tapi kami pasti telat bila tidak ditolong oleh bis yang baik hati ini.
Kereta sekitar 1jam 30 menit berakhir di desa Voss yang indah. Dari sini kami lanjut dengan bis menuju Stalheim,  hotel tempat kami bermalam hari ini. 
Dugaan kami bis ini berhenti untuk spot foto di hotel. Ternyata tidak. ...  tapi bapak sopir menenangkan kami, dan kami dibawa sampai ke pemberhentian berikutnya di Gudvangen. Dari sini kami naik bis yang sama untuk kembali ke hotel Stalheim.
Berdasarkan saran dari TripAdvisor, kami meminta kamar yang menghadap ke valley ke arah Gudvangen.  Bahkan kami bersedia untuk upgrade ke kamar yang memiliki view yang paling istimewa.  Tetapi ternyata pihak hotel berbaik hati mencarikan kami kamar yang bagus view nya tanpa perlu membayar lagi.
Hotel ini adalah hotel bersejarah yang dibangun tahun 1800. Didalamnya penuh Dengan barang barang antik. Lokasinya benar benar indah untuk foto spot. Jendela kamar kami menghadap ke lembah desa Gudvangen yang dengan beberapa rumah dengan padang rumputnya dan ada air terjun, dikelilingi beberapa gunung tinggi dengan sungai yang mengalir dibawahnya. Kamar hotel ini tidak ada tv nya. Tapi siapa perlu tv .... karena orang kesini untuk menikmati pemandangan. Bukan untuk menonton tv.
Karena capeknya, kami tidur dulu sampai jam 18.00, lalu berjalan keliling berbagai objek wisata sekitar hotel. Di seberang hotel ada beberapa log house. Yaitu rumah tradisional yang tersusun dari batang pohon bulat, dengan atapnya berumput dan ditumbuhi pohon kecil yang gunanya untuk melindungi dari udara ekstrim di musim dingin.
Kembali ke hotel jam 20.00 kami minum kopi berdua dihalaman lobby belakang hotel, sambil dikelilingi nyamuk...
Nyamuk .? Wah kami nggak menyangka, karena tadinya tidak ada, tapi tiba tiba nyamuk menyerang.  Tapi ketika dilihat lebih detail, nyamuknya lebih menyerupai laron kecil dan tindak menggigit seperti nyamuk di Indonesia.  Disini mereka hanya merubung kami, tapi memang tidak menyenangkan karena gatal dan mereka merayap kesana sini,  kadang masuk baju dan bahkan masuk ke dalam kopi yang amat nikmat tadi...
Akhirnya kembali ke kamar dan tepatbl jam 24.00 sesaat setelah sunset baru kami tidur.

Hari ke 8 - 20 July

Pagi jam 04.30 bangun langsung siap siap untuk jalan sambil foto foto saat "golden hour". Saat saat seperti ini punya efek foto yang lebih menonjol daripada pada siang hari. Pertama dan paling mudah dan paling cepat adalah daerah Bryggen. Daerah ini khasnya adalah deretan gudang tua yang sekarang dioperasikan sebagai pertokoan dan café.
Jam 06.00 sudah pulang ke apartemen Annete kembali. Apartemen ini memang berada ditengah tengah diantara pusat kota dan pelabuhan.
Tidur lagi sampai jam 10.00 baru bangun. Setelah masak pop mi, kami menyeruput kopi dan teh favorit, lalu berangkat ke Mt.Fløyyen. Dengan naik kereta dari stasiun Fløybannen selama 15 menit kita sampai di puncak nya. Kota Bergen konon dikelilingi oleh 7 puncak gunung. Tapi warga kota ini sendiri masih memperdebatkan puncak mana saja yang berjumlah 7 ini, karena totak puncaknya ada lebih dari 9. Kita hanya tertarik dengan puncak Mt.Fløyyen ini, karena paling mudah dan disana ada fasilitas naik kano gratis.  Jadi kami juga tidak mau menyia-nyiakan kesempatan gratis ini. Maklum di Norwegia ini semua serba mahal dan jarang ada yang gratis. Setelah puas main kano dan makan es krim, kami pulang ke apartemen untuk membereskan cucian yang belum terurus dari kemarin.
Mengeringkan cucian dengan mesin dryer, terus kita segera ke gereja , karena jadwal untuk misa dalam bahasa inggris ada jam 18.00 hari minggu. Pulang dari gereja kita kembali ke apartemen untuk packing backpack kita.
Sejak kemarin, praktis apartemen Annete ini "milik" kita. Karena saat kita tidur Annete datang dan saat kita datang Annete tidur atau sedang pergi.
Negara negara Scandinavia memang terkenal aman. Di Finlandia maupun Norwegia, 2 orang host kami ini tidak ambil pusing dengan masalah keamanan rumah mereka.
Saat di Finlandia, Ivalo, Anne tidak pernah mengunci pintu rumah maupun kamar. Padahal rumahnya ada di tengah hutan dan rumah tetangga letaknya cukup berjauhan.  Demikian juga saat di Norwegia, Bergen, Annette memberikan kunci apartemen kepada kami, padahal kami hanya kenal via Internet di Airbnb. Saat meninggalkan apartment pun pintu kamarnya dibiarkan terbuka begitu saja.

Tuesday, July 22, 2014

Hari ke 7 - 19 July

Pagi jam 08.00 kita bangun. Tidur kita hari ini 12 jam. Jadi praktis kami di Stockholm cuma mampir tidur aja. Karena siang ini kami akan masuk ke Norwegia di kota Bergen.  Lagipula di Stockholm Swedia tidak ada lokasi yang benar benar menarik bagi kami.
Dengan santai dan bermalas-malasan kami breakfast di lobby, karena pesawat ke Bergen berangkat jam 12.30. Ya ... Breakfast hotel ini memang adanya di lobby dan menyatu dengan lobby tanpa penyekat. Kami menginap 2 kali di hotel airport.  Yang pertama adalah di Helsinki pada hari travelling kami yang kedua.
Alasannya karena dengan di hotel airport kita tidak usah terburu-buru besoknya.  Hotel airport biasanya memang hanya untuk stay 1malam saja. Dan selalu ada shuttle gratis.
Sampai di Bergen langsung beli makan siang dulu, yaitu pizza, seharga total NOK39 atau Rp80.000 untuk 2 potong besar pizza. Pizza disini lebih mirip pizza di Indonesia, yaitu tebal dan berisi. Tidak seperti pizza di Spanyol dan Italy yang cenderung tipis dan kering.
Dengan naik airport bus yang ongkosnya NOK90 , Rp180.000 perorang,  kita akhirnya sampai di rumah host Airbnb di Bergen yang namanya Annete. Rambutnya punk berwarna merah, dan kebetulan hari ini adalah birthday nya , terlihat dia sudah bersiap siap untuk birthday partynya.
Setelah perkenalan sebentar dan memberi tahu segala sesuatunya, seperti cara memakai mesin cuci, pengering, memberi kunci rumah dan memberitahu bahwa kita bebas dirumahnya asalkan bersih dan nggak berisik. Setelah host kita pergi , kita betul betul merasa seperti penduduk lokal yang tinggal di rumah sendiri. Kita masak bubur dan menyeruput kopi sambil bersantai. Malam kita keluar untuk jalan jalan sebentar dibawah terik matahari. Pulang jam 23.00 matahari masih bersinar. Matahari tenggelam jam 24.00 sampai jam 04.00. Tapi waktu aku terbangun jam 02.00 langit tidak benar-benar gelap, tapi masih kebiru-biruan seperti sore hari sesaat setelah matahari tenggelam di Indonesia.

Hari ke 6 - 18 July

Jam 06.30 berangkat dari Ivalo menuju airport di Rovaniemi. Jam 10.00 sampai di airport. Airport masih sepi sekali dan belum ada petugas. Untuk mengembalikan kunci mobil pun tidak ada petugas car rental yang standby di counter. Karena flight masih 2 jam lagi, maka kami kembali ke mobil untuk packing ulang bagasi kami yang masih berserakan di mobil. Jam 10.45 , petugas car rental masih belum ada juga. Akhirnya dengan saran petugas car rental yang lain, kita masukkan kunci mobil ke dropbox.
Ternyata Rovaniemi ini hanya airport kecil yang dalam sehari total kedatangan dan keberangkatan hanya total 4 flight. Begitu juga petugasnya, mereka merangkap beberapa tugas sekaligus. Mereka melakukan checking in dan sekaligus petugas yang melakukan penjagaan dan cek ulang boarding pass di gate keberangkatan.
Flight kita menuju Stockholm dengan transit di Helsinki, mendarat Stockholm jam 16.00. Menunggu free shuttle bus ke hotel. 15 menit bus datang, langsung ke hotel. Sampai di hotel masih terasa capeknya hiking di ujung Eropa. Akhirnya kita beli makan take away, langsung tidur jam 20.00 sampai pagi.

Sunday, July 20, 2014

Hari ke 5 - 17 July

Kembali dari track Knivskjellodden sampai di mobil jam 14.00. Kami tidur di dalam mobil sampai jam 11.00 siang. Rencananya hari ini kami mau mampir ke Aritico Ice Bar, tapi batal karena kami tidak mempunyai uang NOK (Nowegian Kroner). Kami hanya membawa Euro karena tidak menyangka akan memerlukan NOK. Bayar pembelanjaan supermarket maupun makan dan minum masih bisa dengan kartu kredit, tapi masalah nya adalah bayar parkir. Parkir sudah dicoba dengan kartu kredit dan selalu gagal. Karena harus dengan receh NOK., ya sudah kami lanjut aja perjalanan kami.
Dalam perjalanan di area artic circle, baik di Lapland (Finland) dan Finmark (Norway) kita bisa menemui banyak raindeer berkeliaran bebas dijalan. Sebagian besar rusa disini mempunyai identitas dan mereka panas musim panas kembali ke daerah artic circle. Umumnya mereka keluar dari hutan pada pagi hari dan sore hari untuk mencari rumput.
Jadi mengemudi disini harus extra hati hati. Karena penyebab kecelakaan yang paling sering ini adalah raindeer dan elk (rusa besar yang hampir seukuran banteng ). Populasi raindeer jumlahnya lebih banyak daripada manusia, terutama di Lapland Finland. Selain karena memang reindeer jumlahnya cukup banyak, jumlah populasi penduduk disini hanya 1 orang/km2 Bandingkan dengan jakarta yang kepadatannya 2000 orang/km2. Kalimantan yang hutannya masih luaspun kepadatannya 20orang/km2

Sampai di Ivalo jam 22.00 malam, kami menginap kembali di rumah host Airbnb yang kemarin kami singgahi. Sebelumnya kami mengisi solar dulu. Kami di Nowegia dalam perjalanan ke Nordkapp- Knivskjellodden hanya mengisi sedikit solar , karena kami tahu harga solar di Norwegia lebih mahal 20- 25% daripada harga solar di Ivalo- Finlandia.

Saturday, July 19, 2014

Hari ke 4 - 16 july

Ivalo -  Nordkapp
Jam 10 pagi setelah breakfast kita berangkat menuju Nordkapp.  Perjalanan seharusnya memerlukan waktu sekitar 8 jam (menurut google maps), tetapi kita baru sampai di Nordkapp sekitar jam 22.00.
Keterlambatan sekitar 4 jam dari rencana ini disebabkan:
- isi solar ( rent car kami mobil diesel- solar)
- beli makanan
- toilet stop
- foto stop
- membuat kabel untuk rice cooker
Kami membawa portable rice cooker, tetapi kami lupa membawa kabelnya. Sehingga dengan peralatan seadanya harus me modifikasi kabel seadanya supaya rice cooker bisa dioperasikan. Cukup memakan waktu, tapi akhirnya berhasil juga.
Ya.... kami membawa rice cooker.  Untuk apa ?? Biaya untuk makan di scandinavia terkenal amat mahal. Untuk sekali makan, belum termasuk minum, memerlukan sekitar Rp200.000 sampai Rp.300.000.
Asumsikan kita bisa membawa beras, lauk mentah (abon, kecap, pop mi, buryam - bubur instan) dan sisanya kita berbelanja bahan makanan di groceries, maka selama kami dimobil atau campervan dan kami bisa mengoperasikan rice cooker (memakai tegangan 12volt mobil) , maka kalkulasi penghematannya sekitar 4-5juta rupiah dibandingkan makan di kafe atau restoran dengan menu paling murah.
Sehingga akhirnya, bawaan pakaian kami di backpack hanya 20%, sisanya adalah peralatan "camping" untuk dimobil, termasuk 2 buah kasur busa utk tidur.2 bantal dan selimut !!!.
Total bawaan kami adalah 1 backpack 80L, 1 backpack 40L untuk cabin, 1 backpack trolley utk cabin. Yang lain bisa di kategori kan sebagai handbags.
Kembali ke perjalanan menuju Nordkapp. Setelah sampai Nordkapp, kami menuju track ke knivskjellodden,  dimana kami harus berjalan kaki sekitar 18km (7- 8 jam) pulang pergi.... tadinya aku kira ini track yang mudah. Karena ada beberapa orang yang barusan pulang termasuk 3 anak kecil, yang paling kecil berumur sekitar 6 tahun, tapi mereka tidak tampak kepayahan...
Kami menyiapkan backpack yang berisi makanan, air minum, tripod dan camera. Dan untungnya kami membawa wind breaker, yaitu sejenis jaket tipis untuk melindungi dari angin dan hujan. Walaupun tipis tapi sangat efektif melindungi tubuh kita dari angin. Angin di track knivskjellodden ini sangat kuat. Karena saking kuatnya terpaan angin disini, temperatur10 derajat celcius terasa hampir seperti dibawah 0 derajat celcius. Beberapa tahun yang lalu aku mendaki gunung Huangshan pada temperature minus 4 derajat celcius. Pulangnya tubuh terasa panas dan berkeringat.  Tapi disini dengan temperatur 10 derajat celcius dengan lapisan jaket yang sama pun masih terasa lebih dingin, apalagi bila tidak dilapisi wind breaker.
Saat itu pukul 22.30 malam. Matahari masih bersinar terik seperti jam 15.00 di Indonesia. Saat kira kira jam 24.00 baru sampai setengah perjalanan, akhirnya aku menyerah dan memutuskan untuk balik ke mobil.  Loh... kenapa?
Ternyata track ini amat melelahkan dan membutuhkan tubuh yang fit. Beberapa alasan lainnya:
- track berbatu dan naik turun. Bila tidak terbiasa bisa membuat otot pergelangan kaki menjadi kram
- angin yang sangat kuat, membutuhkan tenaga ekstra untuk melawan angin.

Kita sampai di mobil kembali jam 02.00 dan matahari masih bersinar terik. Setelah menyiapkan "kasur lipat" akhirnya kami tidur di mobil sampai jam 11 siang. Memang tidur dimobil ini sudah direncanakan dan cukup nyaman. Dengan kaca mobil tertutup rapat dan dibawah terik matahari, kami berdua merasakan udara masih nyaman seperti di jakarta tidur di kamar dengan AC 25- 26 derajat Celcius.  Jadi dengan selimut tipis, sudah cukup hangat. Jangan coba-coba tidur didalam mobil dibawah terik matahari di Jakarta, bisa mati kepanasan kan ...

Hari ke 3 - 15 July

Helsinki - Rovaniemi, flight Norwegian
Dengan flight 1jam 20menit, kita ke Rovaniemi. Sampai di Rovaniemi kita foto foto diairport.  Airport Rovaniemi cukup unik karena bertema natal dan sinterklas sepanjang tahun.

Kita mengambil mobil sewaan yang sudah dibooking jauh hari sebelumnya. Mobil sewaan kita adalah jenis station wagon, yang panjang dibelakangnya bisa untuk tidur. Dan aku memang membawa busa lipat untuk alas tidur untuk "berkemah" di mobil.

Dengan mobil kita menuju Santa Clauss Village yang wajib dikunjungi bila sedang ada di Rovaniemi. Disini kita bisa mengirim kartupos untuk kita sendiri atau orang lain dengan cap pos desa Santa Clauss. Kita juga makan semacam bubur kentang dengan lauk tomat dan daging raindeer. Harga EUR22 cukup mahal, tapi porsinya besar sekali bisa untuk 3kali makan. Lagipula dimana lagi kita bisa makan daging raindeer selain disini.
Rovaniemi adalag ibukota Lapland, dimana letaknya berada di lingkaran kutub utara, artic circle.

Dari Rovaniemi kita menuju ke Ivalo,  sekitar 3 jam 30 menit perjalanan mobil. Sejak hari ini, perjalanan kita akan terus menuju Utara, ke titik ujung Utara daratan Eropa.
Sampai di Ivalo, kita menginap di rumah penduduk di tengah hutan di Lapland. Namanya Anne. Anne tinggal bersama suaminya yang kebetulan saat itu sedang tidak dirumah karena sedang menikmati hobby nya memancing ditemani 2 ekor anjing nya.

Hari ke 2 - 14 July

Frankfurt Helsinki, flight Lufthansa
Sampai Helsinki tujuan kita langsung  ke hotel. Hotel yang sudah kita booking adalah hotel airport dan disediakan free transfer ke airport. Tapi karena jadwal free shuttle mulai jam 17.00, sedangkan kita mendarat jam 14.00 maka kita harus menelepon hotel untuk menjemput kita. Oleh pihak hotel kita disuruh mencari taxi.  Bukti pembayaran taxi nantinya bisa ditagihkan ke receptionist. Lumayan juga karena taxi kita EUR18 sekitar Rp 280.000 untuk perjalanan sekitar 10menit saja.  Taxi di Helsinki hampir semuanya mobil mewah sekelas Mercedes E-Class. Bahkan beberapa adalah E-Class versi terbaru tahun 2014.

Sampai di hotel, kita menyempatkan untuk ke city center. Dengan public bus, perorang tiket nya EUR5=Rp80.000 kita menuju ketengah kota. Waktu perjalanan sekitar 30menit dengan melalui highway.
Kita kearah pelabuhan, dimana sebagian besar kawasan wisata kota Helsinki berada.
Helsinki mempunyai banyak pulau pulau yang tersebar, salah satunya adalah Suomenlina yang terkenal dengan bentengnya. Yang membedakan Scandinavia dengan kota kota Eropa pada umumnya adalah arsitekturnya. Arsitekturnya cenderung lebih sederhana dan tidak serumit kota Paris atau Roma.

Scandinavia mempunyai kesamaan dalam hal pedesaan dan pinggiran kotanya. Inilah keunikan Scandinavia. Jadi kalau ke daerah ini, menurut aku, kita tidak perlu ke kota besarnya, pemandangan jauh lebih menarik di kota kecil dan scenic roadnya.