Monday, August 4, 2014

Hari ke 20 - 1 Agustus

Mendarat Jakarta jam 19.00.
Deg degan memasuki area bea cukai. Akhirnya seluruh botol minuman kami selamat, dan menemui rumah barunya. Menunggu untuk dinikmati. ....

Hari ke 19 - 31 July

Last day di benua Eropa ... karena hari ini kami harus kembali ke Lisbon untuk flight kami  via Frankfurt menuju Jakarta.
Saat di airport Portella  - Lisbon bagasi kami karena bentuknya tidak beraturan bentuknya, harus masuk ke oversized baggage. Ternyata banyak penumpang lain yang bagasinya tidak berbentuk kotak atau persegi, harus memasukkan bagasi nya ke counter oversized baggage ini. Karena masih dalam batas berat maksimal yang diperbolehkan,  bagasi kami tidak dikenakan biaya tambahan.
Di duty free airport Lisbon,  harga minuman beralkohol bahkan lebih murah daripada di supermarket di dalam Lisbon (diluar airport). Tapi karena kami sudah terlalu banyak membawa didalam bagasi, maka keinginan membeli lagi harus dipendam dalam dalam. Yang belum kesampaian adalah membeli minuman yang namanya Beirâo. Minuman ini adalah sejenis Sangria dari Spanyol, versi Portugal. Tetapi kadar alkohol nya jauh lebih tinggi. Kalau Sangria kadarnya 11- 12%, maka Beirâo ini 22%. Jadi jauh lebih segar dan menyengat.
Pesawat Lufthansa sudah memanggil. Setelah perjalanan 16 jam termasuk transit total 3 jam di Frankfurt dan Kuala Lumpur, kami pun sampai di Jakarta.

Sunday, August 3, 2014

Hari ke 18 - 30 July

Pagi jam 06.00 kami menuju Via Sacra untuk menjalankan ritual jalan salib. Kota kecil Fatima setiap tahun sejak kunjungan pertama kami tahun 2012, terus berkembang. Selalu ada hotel baru dan berbagai perbaikan dan jalanan baru. Begitu juga dengan fasilitas umumnya. Hotel kami lokasinya tepat di seberang pintu masuk ke kapel penampakan Bunda Maria. Dari jendela kamar kami bisa melihat aktivitas orang keluar masuk dan lonceng gereja
Jam 10.00 setelah breakfast, kegiatan hari ini praktis hanya tidur sampai sore. Lisa mampir ke kapel, dan berdoa untuk papa.
Ya ... memang kemarin kita di Sintra tidak terlalu nyenyak tidurnya. Sejak dari campervan, praktis kemarin malam ini di Fatima kami baru merasakan "back to civilization". Sebelumnya kami selama seminggu hidup menikmati kultur nomaden yang terasa berbeda dengan peradaban normal dikehidupan sejak lahir sampai dewasa. Perubahan cara hidup memang fun dan memberikan pengalaman yang tidak terlupakan bila kita mengalaminya dalam waktu singkat, tapi akan terasa sulit dan kehilangan unsur funnya bila terlalu lama kita jalani.
Malam hari kami mulai packing bagasi kami, tapi mengalami kebingungan dengan minuman beralkohol kami yang jumlahnya amat banyak. Rasanya pasrah aja deh kalau memang mesti dipersoalkan di bea cukai. Kita lihat gimana besok aja...
Jam 21.00 kami mengikuti prosesi arak- arakan lilin sampai jam 23.00

Hari ke 17 - 29 July

Sebelum melanjutkan perjalanan ke Fatima, pagi ini kami berjalan jalan di sekeliling hostel, yang ternyata penuh dengan object tourisme. Tapi karena kami tidak terlalu tertarik dengan peninggalan sejarah maupun arsitektur nya, jadi kami hanya melihat lihat dari depan saja. Dan tidak lupa membeli beberapa minuman beralkohol di sekitarnya. Tadinya kami mengira harga wine dan liquor disini cukup murah,  ternyata siang harinya dalam perjalanan ke Fatima kami mampir di gerai hipermarket yang bernama Intermarche,  harganya di hipermarket ini masih jauh lebih murah lagi.
Kami membeli berbagai macam wine & liquor :
- Ginja , cherry liquor produksi Lisbon
- Port wine, wine manis produksi Porto
- Absinthe, jenis minuman beralkohol paling tinggi, 68%. Khusus untuk mix dengan minuman lain. Atau bisa diminum langsung, setelah diturunkan kadar alkohol nya dengan air dan diberi gula.
- Vodka, untuk mix dengan wine atau minuman lainnya
- Wine
- Martini
- Sparkling wine, jenis champagne diluar France.
Saking asyiknya memilih milih minuman,  kami agak kemalaman sampai di Fatima,  sekitar jam 18.00.
Selama perjalanan ke Fatima, kami masih sempat memasak di mobil sewaan kami. Ini makanan terakhir yang dimasak dengan rice cooker portable, sebelum akhirnya kami harus say goodbye kepada rice cooker ini karena kami harus membuangnya.  Ya gimana nggak dibuang, fisiknya sudah babak belur parah karena terlalu sering berpindah pesawat. Dihitung hitung totalnya masuk didalam bagasi , mencapai 8 flight !
Sampai di Fatima, setelah makan malam dari rice cooker ini, kami langsung tidur.

Hari ke 16 - 28 July

Jam 10.00 kami mengembalikan campervan. Sebelum dikembalikan ada beberapa syaratnya :
- karpet harus dibersihkan , termasuk sampah sampah di dalam Campervan
- solar harus diisi full
- cassette dan grey water harus dikosongkan
Di depo campervan, setelah semua kelengkapan dan syarat tadi di cek, kami di antarkan ke airport.
Hari ini flight kami akan menuju Lisbon dan menginap di kota kecil di pinggiran Lisbon yang bernama Sintra. Mendarat di airport Portella,  kami melihat cukup banyak perubahan di airport ini dalam 2 tahun terakhir. Tahun 2012 kami mendarat disini, kesan yang kami tangkap, airport nya kusam dan kuno. Kami masih ingat betul sudut sudut terminal kedatangan di Portella ini, karena datang bersama group
, dan di group ini ada salah satu anggota yang bagasinya tidak keluar keluar dari baggage claim. Sempat mencari cari dan berkeliling ke beberapa sudut walaupun akhirnya  tetap saja tidak menemukannya. Setelah diurus, didapat info bahwa bagasi anggota yang malang ini salah kirim ke airport lain. Akhirnya diatur oleh tour leader untuk diikutsertakan ke group dari tour lain dari Indonesia, yang kebetulan akan datang via airport yang sama keesokan harinya.
Hari ini kami melihat airport ini masih baru dan sangat luas. Toko dan duty free pun sudah banyak bertebaran.
Kami menyewa mobil di sebuah persewaan mobil lokal yang bernama JAP Rent a Car, melalui sebuah website yang bernama http://www.economycarrentals.com . JAP sendiri mempunyai website,  tetapi menyewa melalui website mereka tarifnya jauh lebih tinggi daripada menyewa melalui economycarrentals.com . Sampai di airport Lisbon,  kami menemui penjemput kami untuk diantarkan ke depo mereka yang berada diluar airport, berjarak sekitar 10 menit dengan kendaraan. Mobil yang kami sewa kali ini adalah mobil kecil, dengan pertimbangan karena tempat menginap kaki di Sintra tidak menyediakan tempat parkir dan berlokasi dijalan sempit yang mana agak menyulitkan untuk mencari parkir. Walaupun pada akhirnya,  ternyata ada tempat parkir yang kebetulan kosong di halaman luar hostel ini.
Kami menginap di sebuah hostel kecil yang bernama Nice Way Sintra. Kami sampai di hostel sekitar jam 20.00
Hostel ini mempunyai rating yang sangat tinggi di TripAdvisor.com . Memang hostel ini agak tidak biasa. Hiasan interiornya berbeda beda ditiap ruangannya.  Ada yang Japanese style, vintage dsb. Penuh dengan detail lukisan, patung, boneka , ukiran, dan bermacam macam pernak perniknya. Terkesan atmosfernya penuh dengan keakraban khas sebuah hostel , karena memang mereka bergabung dalam sekitar 6 - 10 orang di setiap kamarnya seperti asrama yang dihias dengan cantik dan penuh detail. Ada community kitchen dimana kita bisa memasak , barbecue, dan minum kopi atau teh bersama.  Tapi kami tinggal bukan di asrama ini, tetapi di apartemen yang berjarak 2 bangunan disamping hostel.  Interior disini juga tidàk kalah uniknya. Ukuran kamar lumayan besar dengan balkon sendiri yang menghadap ke jalan.

Monday, July 28, 2014

Hari ke 12, 13, 14, 15 24 July, 25 July, 26 July, 27 July

Hari ke 12, 13, 14, 15
24 July, 25 July, 26 July, 27 July
Bangun pagi setelah menginap di campervan, selalu dimulai dengan acara menyetir dulu sekitar 2- 3jam. Bukan dengan minum kopi atau breakfast dulu. Sebabnya karena :
- dinginnya udara, sehingga kita mesti menyalakan heater mobil sambil driving. Setelah 2 - 3jam seluruh kabin akan terasa hangat. Belakangan kita baru tahu cara menghidupkan heater di living room dan area tempat tidur campervan tanpa perlu menghidupkan mesin, tetapi memakai heater LPG.
- kita tidak mau memasak dengan LPG bila tidak terpaksa. Karena mencari LPG disl Norwegia tidak mudah, sedangkan kita diburu waktu dan harus mengembalikan mobil dengan LPG dalam keadaan full. Jadi kami memasak dan menghangatkan makanan dengan rice cooker portable. Juga untuk memasak air dan masak indomie dan bubur instan. Untuk menghidupkan listrik 12v untuk supply rice cooker, kami mencolokkan ke pemantik api, yang hanya bisa dihidupkan kalau mesin dihidupkan.
Setelah makan dan minum kopi selesai, kami biasanya melanjutkan tidur siang selama 2- 3jam, karena ngantuk sudah mulai menyerang dan udara sudah mulai hangat. Malam biasanya kami menyetir sampai jam 24.00, tapi tidak terlalu lelah juga karena setiap 3 - 4 jam perjalanan pasti berhenti untuk makan siang / malam, kadang berhenti untuk foto stop dengan pemandangan yang indah.  Kadang berhenti untuk mengisi solar.
Untuk urusan buang air kecil atau besar tidak masalah karena memang sudah tersedia toilet di dalam campervan.  Tiap hari saat mengisi solar atau di pemberhentian dipinggir jalan, selalu ada tempat untuk mengisi air untuk persediaan mandi dan mencuci. Juga untuk membuang penampungan air kotor dan "toilet cassette". Toilet cassette adalah penampungan buang air besar yang sudah dicampur bahan kimia khusus untuk menghancurkan kotoran - kotoran wc, sehingga yang tersisa tinggal berupa cairan yang siap untuk dibuang.
Untuk tidur kami membawa sendiri sprei, bantal dan selimut, karena sewanya lumayan mahal, sekitar Rp200.000 perhari perorang.
Perjalanan sampai dengan 28 July kami mengembalikan campervan menghabiskan solar sekitar NOK1650=Rp3.300.000. Harga solar sekitar NOK13.50 atau Rp27.000/liter, jadi sekitar 240liter untuk jarak sekitar 2.200km. Pemakaian solar lumayan boros, rata rata 9,5km/liter. Bandingkan dengan perjalanan minggu sebelumnya dimana konsumsi mobil sewaan station wagon, konsumsi sekitar 20km/liter solar.

Friday, July 25, 2014

Hari ke 11 - 23 July

Blogging sambil beristirahat dipinggir hutan
Pengalaman hari pertama campervan
Dengan keretaapi jam 11.00 kami menuju pinggiran Oslo menuju arah airport, ke stasiun kecil yang bernama Kløfta. Dalam 45 menit, kami sudah sampai di stasiun dan menunggu untuk dijemput.
Tidak lama menunggu,  kami melihat sebuah campervan dari Touring Cars masuk ke halaman parkir stasiun. Pengemudi nya seorang cewek muda. Ternyata memang dia membawa papan nama kami untuk tujuan menjemput kami. Setelah menyelesaikan urusan administrasi didepot Touring Cars,  kami disuruh menonton video overview dari pengoperasian campervan. Banyak yang harus diketahui dalam pengoperasian nya. Beberapa diantaranya :
- Pengisian air bersih dan mencek sisa kapasitas tangki
- sisa kapasitas grey water / air pembuangan dan bagaimana cara membuangnya
- pengoperasian toilet, dan cara pembuangan septik tank. Termasuk mempersiapkan septi tank untuk dipakai kembali, dimana kita harus memasukkan dulu cairan khusus septik tank yang berisi mikroba-mikroba pencerna kotoran septik tank
- cara pengecekan dan pengisian sistem kelistrikan baterai / accu Campervan yang ada dua, 1 untuk kelistrikan mobil, dan satu lagi untuk "auxiliary". Auxiliary ini termasuk untuk pompa air, lampu interior, heater dan sebagainya
- cara membuka jendela, atap, kompor , kulkas, toilet dan shower, tangga listrik kecil, dan banyak lagi.
- sistem Autopass, yaitu pembayaran jalan toll yang bisa dilakukan tanpa perlu mengurangi kecepatan mobil sama sekali. Sewa campervan kami sudah termasuk sewa alat ini dan tidak perlu membayar toll lagi.
Setelah melihat video, kami diajak melakukannya sendiri di campervan kami. Tujuannya supaya tidak lupa. Memang sih, mungkin saking exciting nya, saat dijalan kita bisa kebingungan sendiri bila tidak mempraktekkannya langsung. Memang ada bantuan melalui telepon yang bisa kita hubungi, tentunya dengan biaya telepon dan tambahan persoalan lagi karena kita dijelaskan tanpa kehadiran personal bantuannya, hanya secara lisan saja.
Akhirnya dari depot Touring Cars kami jam 14.00 berangkat, dengan tujuan pertama adalah ke Kiwi minipris. Kiwi, Rema1000 dan Coop adalah groceries dominan di Norwegia. Untuk menghemat biaya makan dan minum dijalan, kami merencanakan untuk masak. Dan sebelum perjalanan, kami harus membeli persediaan bahan makanan secukupnya dulu.
Perjalanan hari pertama kami adalah menuju ke arah Utara, ke kota Trondheim. Tujuannya untuk mengunjungi stasiun kereta api di desa kecil pinggiran kota ini, dekat airport, yang namanya desa Hell. Pertama kali menyetir campervan ini kesannnya adalah seperti menyetir truk. Karena posisi duduknya yang tinggi, dan posisi setir yang seperti colt diesel. Ukuran  bodi campervan ini hampir selebar bis kota. Untuk panjangnya memang tidak sepanjang bis kota. Sedikit lebih pendek, yaitu 7 meter.
Didalam campervan kami adalag shower dan toilet, dengan kapasitas tidur yang paling nyaman adalah untuk max 6 orang. Dengan hanya kami berdua yang menempati, memang terkesan berlebihan.  Tetapi untuk campervan yang lebih kecil ukurannya, memang memiliki kapasitas tidur untuk 4 orang, tetapi kasur nya hanya terdiri dari 2 matras, yang satunya sepanjang 180cm, yang satunya lagi adalah konversi dari tempat duduk meja makan yang bisa dirubah menjadi tempat tidur. Ya memang tidak begitu nyaman, apalagi kalau sedang mengantuk dan terburu buru ingin tidur, harus merubah posisi meja makan, repot juga.
Kami menyetir santai sampai jam 24.00, lalu kami mencari tempat istirahat untuk parkir campervan. Di Norwegia banyak disediakan untuk tempat berhenti mobil dan truk yang bisa kita jadikan tempat menginap di campervan, disebut dengan wild camping. Kami tidak berhenti dan menginap di camping ground, karena kami merasa tidak memerlukannya. Tapi kami rencana ingin mencobanya suatu saat dengan tujuan experience, untuk membandingkan pengalaman menginap campervan.