Friday, July 25, 2014

Hari ke 10 - 22 July

Breakfast jam 07.00, ada beberapa makanan scandinavia yang kami temui. Seperti sejenis hati (sapi?) Yang dihancurkan dan dipadatkan seperti sosis, berbagai jenis salad dan ham digulung bulat yang rasanya kental dengan rasa keju. Hari ini kita akan berangkat kembali dengan rombongan Norway in Nutshell, dengan bis ke arah Gudvangen jam 10.50.
Dengan melewati Stalheimskleiva, jalanan berkelok kelok yang sangat tajam tikungannya, kami sampai di Gudvangen.
Stalheimskleiva ini sejarahnya adalah jalan pengantaran pos darat untuk menuju gudvangen,  yang sekarang dipakai untuk jalan umum. Karena sangat curam dan kelokan tajamnya, jalanan ini dibuka hanya saat sekitar musim panas saja, dari bulan Mei sampai Oktober.  Selain bulan itu jalanan ditutup karena licin bersalju. Hotel Stalheim tempat kami menginap semalam, buka dan tutup nya mengikuti buka dan tutup jalanan ini.
Dari Gudvangen kami naik ke kapal ferry menuju Flåm. Kota ini adalah kota transit sekaligus tempat wisata berkemah dan beberapa hotel wisata. Perjalanan Gudvangen-Flam ini melalui fjord Næeofjord dan Sognefjord, 2 fjord utama yang paling terkenal selain Geiranger fjord, yang terdaftar dalam UNESCO Heritage list. Memang indah banget fjord disini, disana sini ada beberapa desa kecil, lengkap dengan air terjun dan ternak ternaknya. Mereka bekerja dalam budidaya pertanian, peternakan dan perikanan. Sebagian besar untuk self sufficient, di konsumsi sendiri,  dengan beberapa diantaranya untuk dijual dipasar. Perjalanan ferry makan Waktu sekitar 1jam. Sampai ke Flåm, setelah menunggu sekitar 2 jam, kami naik kereta api menuju myrdal.  Kereta Flåm ke Myrdal ini adalah scenic train yang terkenal dengan pemandangan yang indah, melalui gunung, lembah dan air terjun.  Pada salah satu air terjun yang paling dekat dengan jalur kereta, penumpang dipersilakan turun untuk foto stop. Ternyata ada bonus kejutannya. Ada beberapa orang penari muncul dari sela sela air terjun secara bergantian dengan diiringi musik traditional Norwegia. Tidak lama kami sampai di Myrdal
Perjalanan dari Myrdal dengan kereta api menuju Oslo ini melalui beberapa glacier, padang rumput dengan glacier abadi. Disebut abadi karena sebagian besar glacier disini tidak mencair selama musim panas . Pemandangan disini cenderung gersang tanpa pohon, hanya lumut,  rumput,  dan semak pendek yang bisa bertahan hidup karena lingkungan yang keras dan dingin. Sampai di Oslo jam 23.00 kami langsung menuju hotel.
Hotel kami lokasi di dekat stasiun kereta Oslo, yang kami pilih lokasinya karena besoknya kami harus ke stasiun lagi untuk menuju ke depo campervan "Touring Cars" yang lokasinya berada didekat airport. Sedangkan bawaan kami lumayan banyak. Jadi dengan jarak hotel ke stasiun yang hanya 450m, kami bisa menghemat banyak waktu dan biaya. Tidak perlu ongkos taxi atau bis lagi untuk ke stasiun.

No comments:

Post a Comment